Jakarta (Griya Belanja Hemat) - Berikut adalah artikel dengan pendekatan yang realistis dan terstruktur mengenai tingkatan gaya hidup hemat.
Istilah frugal living atau gaya hidup hemat sering kali disalahpahami sebagai gaya hidup yang serba kekurangan atau "anti-merek". Padahal, esensi dari frugal living adalah alokasi sumber daya secara sadar (conscious spending). Karena kondisi finansial setiap orang berbeda, maka standar "hemat" pun tidak bisa dipukul rata. Apa yang dianggap boros bagi seseorang, bisa jadi merupakan pilihan hemat bagi yang lain.
Berikut adalah alasan mengapa gaya hidup hemat memiliki tingkatan berdasarkan profil finansial:
1. Level "Value for Money" (Pendapatan Tinggi)
Bagi mereka dengan pendapatan di atas Rp50 juta per bulan, membeli sepatu Nike seharga Rp2 juta masih masuk dalam kategori frugal. Mengapa? Karena mereka melihat durabilitas dan fungsi.
Daripada membeli sepatu tanpa merek seharga Rp200 ribu yang rusak dalam tiga bulan, mereka memilih berinvestasi pada kualitas yang bisa bertahan bertahun-tahun. Di level ini, hemat artinya membeli barang berkualitas tinggi agar tidak perlu membeli berulang kali (buy it once, buy it well). Pengeluaran tersebut hanya menyerap sebagian kecil dari pendapatan mereka, sehingga tidak mengganggu stabilitas keuangan.
2. Level "Prioritas Kebutuhan" (Pendapatan Menengah)
Bagi individu dengan gaji di bawah Rp20 juta, membeli sepatu bermerek internasional mungkin belum menjadi langkah yang bijak jika tujuannya adalah frugal living. Di level ini, fokus utama adalah skala prioritas.
Dana sebesar Rp2 juta mungkin lebih bermakna jika dialokasikan untuk dana darurat, investasi reksadana, atau asuransi. Hemat di level ini berarti mampu menunda keinginan (delayed gratification) demi keamanan finansial jangka panjang. Membeli produk lokal berkualitas dengan harga sepertiga dari merek luar adalah bentuk efisiensi yang nyata.
3. Level "Survival & Dasar" (Pendapatan Upah Minimum)
Di tingkatan ini, hemat bukan lagi pilihan strategis, melainkan keharusan untuk bertahan hidup. Fokusnya adalah menekan pengeluaran pada biaya variabel seperti makan dan transportasi. Setiap rupiah sangat diperhitungkan untuk mencukupi kebutuhan pokok.
Kesimpulan: Ukur Baju di Badan Sendiri
Frugal living yang sehat adalah yang tidak menyiksa mental dan sesuai dengan realita kantong. Jangan terjebak tren hemat orang lain yang level ekonominya berbeda.
Sepatu Nike bisa jadi simbol kehematan bagi si kaya karena keawetannya, namun bisa menjadi simbol pemborosan bagi mereka yang tabungannya belum seberapa. Kunci dari hemat bukanlah seberapa murah barang yang Anda beli, melainkan seberapa besar sisa pendapatan yang bisa Anda tabung setelah memenuhi kebutuhan hidup dengan kualitas yang wajar.
Apakah Anda sudah menentukan di level mana standar hemat Anda saat ini?